Sebuah kejadian tragis menggemparkan Jakarta Selatan. Seorang remaja ditemukan tewas ditangan pria di salah satu kamar hotel. Peristiwa ini sontak menimbulkan duka mendalam dan pertanyaan besar terkait motif serta keamanan di tempat penginapan. Pihak kepolisian bergerak cepat untuk mengungkap kasus tewas ditangan pria yang merenggut nyawa seorang anak muda ini.
Insiden tewas ditangan pria ini terjadi pada hari Sabtu, 10 Mei 2025. Korban yang diketahui berinisial RA (16) ditemukan tidak bernyawa di sebuah kamar hotel di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Penemuan jenazah korban bermula dari laporan pihak hotel yang curiga karena tamu kamar tersebut tidak keluar dalam waktu yang lama dan tidak merespons panggilan dari petugas hotel.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian dari Polres Metro Jakarta Selatan, ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan kuat, RA menjadi korban pembunuhan. Tim Inafis segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan barang bukti yang ada di kamar hotel tersebut. Beberapa saksi, termasuk staf hotel, telah dimintai keterangan untuk membantu proses penyelidikan kasus pembunuhan remaja ini.
Dalam waktu singkat, berkat kerja keras tim Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, dua orang pria berhasil diamankan terkait kasus tewas ditangan pria ini. Kedua pelaku yang diketahui berinisial JP (25) dan AR (22) ditangkap di lokasi yang berbeda di wilayah Jakarta Selatan. Motif di balik pembunuhan ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Namun, dugaan sementara mengarah pada masalah transaksi yang berujung pada pertengkaran dan kekerasan.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol. Budi Herdi Susianto, dalam keterangan persnya pada Sabtu malam, 10 Mei 2025, membenarkan adanya penangkapan dua orang terduga pelaku terkait kasus tewas ditangan pria di hotel tersebut. Beliau menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendalaman kasus ini hingga tuntas dan mengungkap motif sebenarnya. Jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi. Kejadian tragis ini menjadi peringatan bagi semua pihak terkait pengawasan terhadap aktivitas di hotel dan perlunya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas.
