Geger Istana Negara: Gadis Berpistol Bernama Siti Elina Ternyata Teroris

Sebuah insiden mengejutkan terjadi di kawasan ring satu Istana Negara, Jakarta Pusat. Seorang gadis berpistol nekat mencoba menerobos masuk ke dalam kompleks Istana Kepresidenan pada hari Sabtu, 26 April 2025, sekitar pukul 07.00 WIB. Identitas gadis berpistol tersebut kemudian diketahui bernama Siti Elina (24 tahun), dan hasil penyelidikan awal mengungkap bahwa ia ternyata merupakan seorang teroris.

Aksi nekat Siti Elina bermula ketika ia tiba di salah satu pintu masuk Istana Negara dengan gerak-gerik mencurigakan. Petugas pengamanan dalam (Pamdal) yang bertugas segera melakukan pencegahan. Namun, secara tiba-tiba, Siti Elina mengeluarkan sepucuk pistol dan berusaha menerobos barikade pengamanan.

Kesigapan petugas Pamdal dan anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) berhasil melumpuhkan gadis berpistol tersebut sebelum ia berhasil masuk lebih jauh ke dalam area Istana. Siti Elina berhasil diamankan tanpa adanya korban jiwa maupun luka-luka dari pihak pengamanan.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Fadil Imran, dalam konferensi pers yang digelar di lokasi kejadian pada Sabtu siang, membenarkan adanya insiden tersebut. “Benar, pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB, kami mengamankan seorang wanita yang mencoba menerobos Istana Negara dengan membawa senjata api,” ujar Irjen Pol. Fadil Imran.

Lebih lanjut, Kapolda Metro Jaya mengungkapkan bahwa identitas pelaku telah diketahui dan yang bersangkutan bernama Siti Elina. Hasil pemeriksaan awal dan pendalaman oleh tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap fakta bahwa Siti Elina ternyata terlibat dalam jaringan terorisme. “Dari hasil interogasi awal dan barang bukti yang ditemukan, yang bersangkutan terindikasi kuat sebagai anggota dari kelompok teroris tertentu,” imbuh Irjen Pol. Fadil Imran.

Selain pistol yang dibawa pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti lain, termasuk tas ransel berisi beberapa dokumen dan benda-benda yang mengarah pada keterlibatan pelaku dalam aktivitas terorisme. Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan pengembangan penyelidikan untuk mengungkap motif pelaku dan jaringan teroris yang mungkin terlibat.

Insiden gadis berpistol yang mencoba menerobos Istana Negara ini sontak menimbulkan kepanikan dan meningkatkan kewaspadaan di kalangan masyarakat dan aparat keamanan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak berwajib. Keamanan di sekitar Istana Negara juga diperketat pasca-kejadian ini.

Pihak kepolisian juga akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk mengusut tuntas jaringan terorisme yang melibatkan Siti Elina. Kasus ini menjadi pelajaran berharga akan pentingnya kewaspadaan dini terhadap potensi ancaman terorisme, bahkan dari individu yang terlihat tidak mencurigakan seperti seorang wanita. Proses hukum terhadap Siti Elina akan segera dilakukan sesuai dengan undang-undang yang berlaku terkait tindak pidana terorisme dan kepemilikan senjata api ilegal.