Para pengemudi ojek online (ojol) di wilayah Jakarta Utara mengambil langkah antisipatif dengan memilih untuk tidak menerima orderan atau mematikan aplikasi mereka. Keputusan ini diambil akibat dihantui banjir yang berpotensi melanda kawasan pesisir Jakarta Utara, menyusul peringatan dini cuaca ekstrem dan potensi rob dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Suasana dihantui banjir ini terasa sejak Senin pagi, 21 April 2025 (sekitar pukul 07.00 WIB atau pukul 00.00 BST), terutama di area-area yang dikenal rawan tergenang air seperti Muara Angke, Pluit, dan Penjaringan.
Ketakutan akan terjebak banjir di jalanan dan risiko kerusakan kendaraan menjadi alasan utama para pengemudi ojol memilih untuk tidak beroperasi. Mereka merasa lebih aman untuk beristirahat di rumah atau mencari lokasi yang lebih tinggi daripada harus menghadapi dihantui banjir yang bisa datang sewaktu-waktu. Keselamatan penumpang juga menjadi prioritas bagi para pengemudi ojol dalam situasi yang dihantui banjir ini. Beberapa komunitas ojol bahkan सक्रियভাবে mengingatkan anggotanya untuk mengutamakan keselamatan dan terus memantau perkembangan informasi terkait kondisi dihantui banjir.
Pantauan di berbagai titik di Jakarta Utara menunjukkan penurunan signifikan jumlah pengemudi ojol yang beroperasi pada Senin siang. Jalanan yang biasanya ramai dengan aktivitas ojol terlihat lebih sepi. Sejumlah penumpang juga mengalami kesulitan dalam memesan layanan ojol karena banyak pengemudi yang memilih untuk menonaktifkan aplikasi mereka karena dihantui banjir. Kondisi ini menggambarkan bagaimana kekhawatiran akan banjir dapat melumpuhkan sebagian aktivitas transportasi online di ibu kota.
“Saya lebih memilih untuk tidak narik dulu, Mas. Daripada nanti motor mogok kena banjir atau malah saya sendiri yang kenapa-kenapa. Lebih baik cari aman saja di rumah sampai air surut,” ungkap seorang pengemudi ojol, Bapak Amir (40 tahun), saat ditemui di kawasan Penjaringan pada Senin siang. Pihak kepolisian dan dinas terkait juga terus mengimbau kepada seluruh masyarakat, termasuk para pengemudi ojol, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan mencari jalur alternatif yang aman jika terjadi genangan air. Informasi terkini mengenai perkembangan situasi banjir terus diupayakan untuk disebarluaskan kepada masyarakat.
